..Ar-Ridho…[190806]…
February 17, 2008 in Pengajian
Hasil cinta, puncak kecintaan mukmin kepada Allah SWT dan buah dari syahadah (yang dipahami terlebih dahulu) yang kita ucapkan.
Tanda-tanda orang Ridho
Menerima semua kehendak dan kemauan Allah dengan ikhlas tanpa penolakan.
Al-Baqarah 207
Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha penyantun kepada hamba-hambanya.
Dari hadits tersebut, kita bisa menilik….”dan diantara manusia….” ini mengatakan bahwa tidak semua manusia akan mengorbankan dirinya untuk mencari ridhoNya. Dari banyak manusia, masuk menjadi Islam….dari banyak manusia yang Islam disaring lagi menjadi orang-orang muslim yang mengikuti syari-ah2 Islam….dan semakin lama semakin tersaring menjadi hanya sekelompok kecil umat.
Untuk mendapatkan keridhoanNya…kita semua senantiasa mengorbankan diri kita (bagi orang lain yang menganggap kita melakukan pengorbanan); pengorbanan perasaan, korban harta, dan korban nyawa.
Setelah ditilik lagi, mengikuti ajaran-ajaran dan tuntunan-tuntunan Islam itu sendiri bukanlah merupakan suatu pengorbanan.
Itu semua tergantung dari diri kita masing-masing. Misal ni ya…kita senang melakukannya…ya kita gak akan merasa bahwa itu suatu pengorbanan….kecuali kalau memang kita gak seneng….
Contoh: korban waktu dan strippen kart buat ikut pengajian di javaplein (padahal itu kan jam tidur)….hohohohoho….udah gitu kan capek habis kerja ….tapi…karena kita seneng buat ngelakuinnya…kita gak ngerasa kalau kita mesti korban apapun…(ini contoh simple) coba kalau misalnya pada jaman Rasulullah dulu…yang para sahabat Rasul siap berkorban apapun dijalan Allah…bahkan nyawa sekalipun.
Ridho terhadap apa-apa yang Allah kehendaki ada 3 yaitu terhadap kita, terhadap Alam Semesta, dan dari kita.
———————————————————————————–
1. Terhadap kita
Ini termasuk a’lamul ghoib…sesuatu yang masih misteri…berhubungan dengan takdir Allah SWT yaitu tentang qada’ dan qadar.
Qada’ : sesuatu yang sudah tertulis dan tidak bisa kita rubah lagi
Contohnya ni ya …kita dilahirkan sebagai laki-laki or perempuan dan kita dilahirkan dalam keadaan lengkap sempurna jasmaninya atau nggak.
Qadar : sesuatu yang masih bisa berubah atas kehendak Allah tetapi tetap kita harus berusaha untuk meraihnya
Contohnya jodoh dan prestasi
“Allah kerjakan tentang apa-apa yang Allah tidak ditanya” Dan semuanya itu mempunyai hikmah tersendiri.
“jadi mbak, semuanya yang terjadi dengan kita, kalau kita melakukannya dengan sungguh-sungguh….kita akan dapat hikmah tersendiri…begitu?”
“iya, walaupun kita melakukannya dengan tidak sungguh-sungguh pun…kita akan dapat hikmah tersendiri juga…”
Oooo…manggut-manggut…
Al-Baqarah 216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Al-An’am 59
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)
*hmmmm…urutannya yang mana aku rada lupa…bwee ala msn
———————————————————————————————
2. Terhadap Alam semesta
Alam semesta termasuk a’lamuttajriyah …maksudnya adalah termasuk alam kajian.
Sunnatullah = Ketentuan-ketentuan Allah yang ada dia alam.
Contoh: matahari terbit di sebelah timur, gaya gravitasi, manusia kalau lapar ya makan’ manusia kalau haus ya minum
jadi based on this….kalau misalnya ada orang yang bilang bisa diseleseikan semua nya dengan berdzikir ya salah….mungkin dikira orang2 , dia ini termasuk orang yang bertaqwa sekali…padahal….justru dia tidak mengerti dengan sunnatullah….begonooooo… makanya kalau lapar ya makan…bukan diselesaikan dengan berdzikir aja….(tekanin dengan aja nya yah..jadi ya jangan makan aja….tetep mengingat Allah dengan berdzikir di setiap kesempatan…)
kalau ingin punya uang..ya bekerja…kalau ingin pinter ya belajar…begituu…
terus dari hukum Alam ini…kita dituntun untuk mengkaji alam semesta…apa-apa yang ada di alam semesta ….kita kaji…misal…perputaran bumi pada porosnya….perputaran planet-planet….ilmu perbintangan..dan sebagainya dan sebagainya… dari kajian ini…kita akan semakin sadar…bahwa Allah itu maha kuasa atas segala sesuatunya. Amien.
Al- fat’h 23
Sebagai suatu sunnatullah (hukum Allah yang telah ditetapkanNya) yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.
Yunus 5-6
Dia lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanNya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak (maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.). Dia menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya kepada orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasanNya bagi orang-orang yang bertakwa.
Disini digaris bawahi….”bagi orang-orang yang bertakwa” …*ngerti maksudnya or gak?
Ali’Imran 190-191
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “Ya Tuhan kamu, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Dan kita dianjurkan/diharuskan untuk menggunakan dan memanfaatkan alam semesta untuk kepentingan dan kebahagiaan umat.
——————————————————————————————-
3. Dari kita
Yang satu ini termasuk a’lamussyahadah yaitu alam nyata.
Semuanya ini terangkum dalam ketentuan-ketentuan syari’ah
Al-baqarah 256
Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut (syaitan dan apa saja yang disembah selain Allah SWT) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.
Di akhir jaman, kita semua akan ditanya tentang apa yang telah kita lakukan selama kita diserahi kehidupan. Apa yang telah kita lakukan di dunia, untuk apa, untuk siapa, dan seberapa tinggi dan mulia hal-hal yang kita kerjakan selama ini.
At takaatsur 8
Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu Dan kita semua hendaknya patuh akan tuntunan Allah
Al Ahzab 36
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul_nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
Comment ah…
Ridho = rodhia Allahu anhu wa radhuu anhu = sepadu harap. Harapan hamba sepadu dengan harapan Allah. Al Quran itulah harapan Allah.
Allahuma Shalii alaa (shalaati) Muhammad, ya Allah sampaikanlah Shalatku ini memenuhi Shalat Muhammad. Di sini shalat = du’a = harapan = ridha.
Jadi orang yang ridha adalah mereka yang berharap hidup dengan Al Quran menurut Sunnah Rasul-Nya.
Mbak Yu, comment-ku di atas minta tolong di delete dong
. Please.
Lo mas rachmat,
kenapa kok pengen didelete commentnya?
saudraku,,,
tahu kah bahwa,, ar-ridho adalah kunci utama kita beribadah. bila ridho ALLAh telah menjadi satu2nya alasan bagi kita dalam beribadah kepada NYA sesungguhnya itulah tujuan akhir,,, sampai ALLAH ridho atas nya
Iya setuju
sangat sangat setuju