Ternyata aku tidak boleh MISKIN!
March 29, 2008 in inti sari
Percakapan antara Aisyah dan penulis
“Mau bagaimana mana lagi mbak. Saya butuh uang buat biaya operasi bapak saya. Dan waktu itu saya benar-benar terdesak. Dan akhirnya inilah jalan yang saya tempuh” kata salah satu dari mereka.
Alasan mereka berbeda-beda. Ada yang ingin mencari kerja di kota dan ternyata di tipu. Bahkan oleh salah satu dari keluarga mereka sendiri! Tapi rata-rata alasan mereka adalah mereka terdesak untuk mencari uang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat! Ya seperti itu tadi. Salah satu dari keluarga membutuhkan biaya buat operasi, keluarga terbelit hutang, membiayai anak yang sudah ditinggal pergi bapaknya. Dan yang lebih kasihan lagi, ada yang justru di jual oleh suaminya sendiri! Naudzubillah!
Kemiskinan itu ibarat pintu tembusan buat bisikan syaiton. Pada saat kita terhimpit, bisikan syaiton ini dengan mudah masuk kedalam otak dan akhirnya nurani kita menerimanya. Pada waktu kita butuh uang! entah itu uang dalam bentuk fisik or uang dalam bentuk abstract. Terserah bagaimana kita menginterpretasikannya.
Aisyah sendiri pernah hampir saja kepikiran untuk menjual keimanannya hanya untuk mendapatkan penghasilan or penghidupan yang lebih baik. Ini adalah bisikan syaiton dan alhamdulillah aisyah bisa untuk mengendalikannya …. langsung ambil air wudlu, sholat, dan ngaji. Istighfar sebanyak-banyaknya.
Pada waktu itu mental aisyah benar-benar kosong. Kehidupan mengambang tidak tentu arah. Account di bank sudah minus tidak karuan. Hutang disana-sini. Uang kamar tidak terbayar. Mau hutang lagi. Siapa lagi yang mau ngasih hutang?! Semua sudah! Dan mereka juga hidup pas-pasan. Cari kerjaan sana-sini.
“Kalau mau kerja sini, gak boleh pake jilbab. Mau?” Oh tidak! Jilbab is part of aisyah’s clothes. She feel naked if she does not wear this Jilbab. So, of course, She refused the offer! Alhamdulillah.
“What are you going to do if our client asked you to put your jilbab off? Because they feel uncomfortable with person who wears jilbab. ” The same answer she gave. She will not put this jilbab off. Amien.
Still got no job after that. Still try to work it out. Few months, She still was able to handle it. But then….
“Aisyah, beli beras…beli ayam. Masak kamu cuman belanja appel dan sla?!” Aisyah cuman tersenyum.
“Aku suka makan appel ama sla kok bro. Dirumah masih ada beras. Masih ada ikan.” Jawabnya. Yang pastinya bohong habis. Yang bener…Tidak ada nasi dan tidak ada ikan. Yup. Makanannya ya ini. Apel!
“Aisyah, kamu kok kurus banget gini….kenapa ama kamu?!” Dan lagi-lagi dia tersenyum. Alasannya selalu…kan aisyah bersepeda tiap hariiii…jadi kan olahraga tiap harii….Dan benar..waktu timbang badan….tebak berapa beratnya???? 43 kg! dari 57kg!
Waktu itu dia jadi sering kepikiran….apa iya kalau dia gak pakai jilbab terus mudah dapat kerja? Apa iya kalau dia gak pake jilbab terus dia bisa pergi ke pub en bisa punya banyak teman belanda dan bisa improve bahasa belanda dan bisa lebih mudah dapat kerja….Alhamdulillah, Allah masih sayang sama Aisyah!
Tapi akhirnya dia sadar. Ternyata kemiskinan itu memang benar-benar pintu syaiton. Mengerikan! Sungguh sesuatu hal yang mengerikan! Dan dia sadar….Ternyata aku Tidak boleh MISKIN. Jikalau dia Miskin….bisikan itu akan semakin mudah untuk datang. Apalagi pada saat kita sedang sendirian tanpa ada teman(nyata) yang ikut berjuang bersama kita. Karena pada saat keadaan seperti ini…kelompok-kelompok yang ingin menyebarkan agamanya akan datang dengan alasan untuk membantu permasalahan kita…yang inti akhirnya adalah mengenalkan agama lain…dan mengajak kita untuk masuk agamanya itu. Naudzubillah.
Intinya, jangan takut untuk menjadi miskin….karena seorang individu itu sendiri tidak akan pernah menjadi miskin jikalau dia mau berusaha. Dan jangan sampai kemiskinan itu membuat kita untuk menjual keyakinan kita. Jangan sampai kemiskinan itu membuat kita mengabaikan peringatan hati nurani kita. Jangan sampai kemiskinan itu membuat kita menceburkan diri kita ke dalam lumpur dosa. Karena justru itulah yang diinginkan syaiton. Dan sebenarnya ini semua adalah ujianNya. Dan lebih baik menjadi orang yang mampu atau bahkan lebih dari mampu. karena pada saat kamu hidup kaya, jalanmu untuk bershadaqah di jalanNya akan terbuka lebih luas.
Semoga kita semua selalu berada dalam pengawasan dan lindunganNya. Amien amien ya robbal alamin
Jazakumullah