Ghazwul Fikr
July 14, 2008 in Pengajian
Assalamualaikum ya Akhi ya Ukhti,
Sebenarnya apa sih arti dari Ghazwul Fikr itu? Ada yang mengartikan “perang pemikiran” dan ada yang mengartikan “invasi pemikiran“.
Secara mendalam, Ghazwul Fikr berarti serangan yang direncanakan sedemikian rupa yang dilakukan oleh orang kuat ke orang lemah dengan tujuan untuk merusak akhlaq, menghancurkan fikrah, melarutkan kepribadian, dan menumbangkan aqidah.
Disadari ataupun tidak, perang pemikiran ini sudah lama terjadi. Mari kita perhatikan perkembangan umat islam secara khusus dan masyarakat secara umum di Indonesia sendiri. Lingkungan yang paling dekat dengan kita. Seperti yang kita ketahui, siaran-siaran televisi sudah banyak menyebarkan faham-faham pergaulan yang semakin menjauhkan dari nilai-nilai islam. Dan ini tidak terjadi akhir-akhir ini saja. Sudah dari dulu, “perkembangan-pertelevisian” ini direncanakanan.
Memakai baju terbuka sudah dianggap lumrah, berpacaran sudah dianggap hal biasa yang perlu dilakukan untuk saling mengenal satu sama lain, hubungan seks diluar nikah dianggap suatu kesenangan dan kebanggaan, tawuran antar pelajar dianggap biasa, dan masih banyak lagi hal yang lain.
Padahal, dulu semua ini dianggap suatu hal yang tabu dan tidak patut untuk dilakukan. Tapi lambat laun hal-hal tersebut mulai dianggap biasa di lingkungan kita karena kita sedikit-demi sedikit mulai menerima faham-faham mereka.
Umat islam saat ini ibarat seekor katak yang sedang berada dalam panci yang sedang dipanaskan. Awal mulanya, air terasa hangat dan tubuh katak menyesuaikan dirinya dengan suhu sekitar. Setiap kali bertambah hangat, si katak menyesuaikan suhu tubuhnya. Sampai pada akhirnya si katak sudah merasa bahwa suhu sekitar sudah terlalu panas dan tidak mampu menyesuaikan lagi dengan suhu sekitar, maka dia ingin melompat keluar dari panci ini. Tapi, sayangnya si katak tidak sanggup untuk melompat, karena dasar panci yang dijadikan tempat pijakan melompat juga terlalu panas. Akhirnya si katak mati ter-rebus di situ.
Hal ini sama halnya dengan perang pemikiran tersebut. Mereka memasukkan faham mereka secara perlahan-lahan, menggerogoti logika-logika manusia, memerciki ayat-ayat kitabullah dan as-sunnah dengan “air” dan “debu“. Semua itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk membuat orang-orang meninggalkan ajaran islam, merusak image islam, dan membuat ajaran-ajaran islam menjadi rancu.
Sebenarnya siapa sih mereka ini yang berniat sekali untuk menghancurkan Islam dengan rencana yang sedemikian rupa. Mereka itu dikenal dengan “orang-orang yang sombong” yang terdiri dari Atheis, Yahudi, Musyrikin, Nasrani, dan Munafikun. Mereka ini menggunakan berbagai sarana untuk merusak islam secara halus. Yang mana adalah:
1. Penerangan dan Pendidikan
Terjadi pemisahan system pendidikan. Antara yang sekolah umum dan pesantren. Untunglah sekarang sudah banyak sekolah islam terpadu yang memadukan ilmu pendidikan dan agama. Sangat diharapkan mereka-mereka ini bisa mencetak generasi baru yang aware akan dunia pendidikan dan juga dunia islam.
2. Media cetak
Saat ini banyak sekali media cetak yang menjelek-jelekkan islam. Menganggap bahwa islam seperti A adalah extrem, terrorist, ortodoks, dan controversial. Jadi banyak kaum islam sendiri yang terpengaruh kalau kita memakai pakaian kebesaran islam (jilbab) maka kita akan dianggap terrorist, kuno, dan tidak mengikuti mode.
Banyak juga media cetak yang memberi tips-tips dalam hidup bermasyarakat yang mengambil dasar dari orang-orang barat which is….seringnya bertolak belakang dengan konsep islam. Seperti misalnya tips untuk dekat dengan kolega kantor yaitu dengan cara sering hang out bareng di cafe. Yang ada akhirnya hang out di cafe –> menemanin minum alkohol –> ikut-ikutan minum alkohol –> akhirnya lama-lama terbiasa minum alkohol dan bergaya dugem (dunia gembel
)
3. Hiburan
Hiburan ini seringnya diidentikkan dengan hura-hura. Seperti misalnya minum-minum, joged bareng di diskotek, dll. Padahal hiburan juga bisa didapatkan dari bermain bersama keluarga, membantu daerah yang terkena bencana alam, menciptakan lingkungan kreatif. Hal-hal ini juga bisa dianggap sebagai hiburan karena sebenarnya hiburan itu tidak lain adalah sesuatu yang membuat kita bisa mengalihkan stress dan pikiran kita sejenak (as long as tidak melenceng dari ajaran Islam yaaaaa….)
Banyak tahapan-tahapan atau langkah-langkah yang mereka jalankan dalam mengupayakan perang pemikiran ini. Diantaranya adalah:
1. Orientalisasi
2. Kristenisasi
3. Pemutusan negeri-negeri islam dengan khilafah (menciptakan kubu-kubu)
4. Memisahkan agama dari negara (republik, sosial, komunis)
5. Menyebarkan faham Nasionalisme (faham cintai tanah air)
6. Menjatuhkan Khilafah
Keenam tahapan diatas itu dilakukan sebelum masa jatuhnya khilafah dan pada saat jatuhnya khilafah. Cara mereka untuk melakukan perang pemikiran sampai sekarang, masa sesudah jatuhnya khilafah, tidaklah jauh berbeda dari keenam tahapan diatas.
Di masa ini, perang pemikiran dilancarkan melalu politik, sosial, dan moral dengan konsep orientalisme, kristenisasi, atheisme, nasionalisme, dan pembaratan. Contoh nyatanya adalah melalui pengajaran (system pendidikan), penerangan, dan perundang-undangan.
Dampak dari invasi-invasi yang mereka lakukan ini jelas sangat membahayakan umat islam. Diantaranya yaitu tertipunya pemikiran kita (menganggap yang A yang benar padahal B lah yang benar), membentuk kecenderungan terhadap orang-orang zalim, lebih mencintai orang-orang kafir yang justru menyesatkan, mengikuti apa yang diajarkan oleh kaum-kaum zalim tersebut, menyerupai perilaku mereka, dan lebih loyal terhadap mereka.
Ternyata mereka, orang-orang zalim, lebih mengetahui kelemahan kita sebagai umat islam daripada kita sendiri. Mereka tahu bagaimana menghancurkan Islam dan umatnya baik dari umat islam KTP sampai umat islam extreme. Semuanya sudah mereka rencanakan dengan matang. Kita sebagai umat islam, sudah selayaknya mempunyai langkah-langkah untuk menghadapi perang mereka ini. Gali ilmu islam lebih dalam, menyaring informasi dari media cetak, tunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim dengan menjadikan kitabullan dan as-sunnah sebagai pedoman, menjalankan syariah-syariah Nya., etc.
Semoga bermanfaat
Jazakumullah
Rujukan ayat:
61:8 – 9:32
15:29 – 4:60 – 4:89 – 68:6 – 3:149 – 2:109
5:82 – 9:36 – 2:120 – 63:4 – 34:31 – 34:32 – 32:34 – 2:166
17:64 – 34:33 – 2:164
35:6 – 11:113 – 3:118 – 5:51
Wassalamualaikum
Bagus re-writing mu pet, inti2 materinya jadi terhighlight semua tapi lebih ringkas.
Butul itu masalah dugem, harus dihindari ya gaul2 seperti itu…
Apalagi kalo jadi anak gaul bakal diMANGSA hantu lhoooooo….Wakakaka
hehehehe…thanks thanks…
iya neys, laopo ikut-ikutan dugem (dunia gembel instead of dunia gemerlap)…lagian hantune iku aneh-aneh ae…masak ya pilih-pilih nangkapin si gaul-gaul…
haiyaahhh…
hantunya hantu gaul kali yeeeeee
hoo, postingnya bagus2 (halah.., telat.., wis suwi.. :p)
eh2, tanya2, itu yg dimaksud menyebarkan nasionalisme termasuk salah satu cara perang pemikiran gimana?
tks b4
dika
Pernah denger ada yang bilang kalau mencintai negara itu salah satu dari iman gak? Itu kan benernya gak ada kan…cuman bikinan aja