Kemacetan jakarta??? Oh nooooooooo!!!!

May 23, 2011 in Daily Shoutout, Living Thought, inti sari, kajian

Barusan baca-baca news archive lewat google reader, baru tahu jumlah mall di jakarta itu ternyata sebanyak 170. Gileeeee, jakarta segitu diisi 170 mall. Bayangkan ya gan tiap mall itu pasti punya lahan parkir yang gedeeeee abis. Udah gitu biasanya yang kesana kan pada pake mobil kan…jadi ya so pasti lah…lahan area udah habis dipake mall en parkir plus-plusnya…terus ya macet lah jadinyaaa…

Selama ini kan kita mikir, gimana kalau misalnya pusat pemerintahan dipindah aja dari jakarta. Ya benernya boleh sih..tapi gimana kalau nanti pusat pemerintahan dipindah eh ternyata pusat ekonomi dan bisnis nya ngikut juga ke kota dimana pusat pemerintahan di pindah. Kan sama aje bo-ong ya gan….nah loo…gak pernah mikir kan…:D

Nah menurutku tuh yang pas, gimana caranya misahin pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi en pusat bisnis.

Dan yang resiko probabilitynya paling kecil. *ceileeeee….mentang-mentang habis ujian probabilitas en statistics jadi ngomongnya pake probability probability segala…

Berarti intinya ada 2 possible way kan:

  1. Pusat pemerintahan di pindah dari jakarta
  2. Pusat ekonomi en business dipindah dari jakarta

Nah mending ditilik satu-satu deh. Kalau kita ambil option pertama untung ruginya apa kira-kira ya.

Untung:

  1. So pasti lebih dari 50% penduduk jakarta hilang dari jakarta. Ya paling tidak para PNS pergi ngikut kemana pusat pemerintahan pindah kan. Kagak mungkin lah maksa tetep kerja dijakarta (buat PNS maksudnya). Lah wong dijakarta kagak ade ape ape lagi..Eit, kelupaan..en yang pindah gk cuman PNS nya aje…tapi juga anak istri dkk dkk nya. Masak mo pisahan ma suaminya. :P
  2. Jalan-jalan dijakarta gk perlu ditutup setiap kali (hari) pak SBY pergi ngantor dari rumahnya ke istana kepresidenan :D jadi gak bikin macet gitu maksudnya. Habisnya kesel, president kok malah bikin macet jalan.

Rugi:

  1. Biasanya kalau pindahan kan butuh waktu tuh. Gak cuman waktu aja, tapi juga tenaga, pikiran, duit (apalagi kalau pake dikorupsi segala), batin (kalau ketemu atasan atau oknum yang pengen ditampol!), en masih banyak lagi dah..pikir sendiri yak.
  2. Biasanya juga kalau pas lagi pindahan klimaksnya (kayak kalau kita pindahan rumah tuh kan ada waktu buat gotong2 barang tuh gan, nah maksudnya pindahan klimaks tuh ya gitu gan..nah kalau disini maksudnya mungkin transfer2 data, gotong-gotong dokumen gitu kali yeee). Naaaa berarti kan ada waktu vacuum buat pemerintahan beroperasi. Apa gak bahaya tuh gan. Kalau kita pindahan rumah sih paling juga cuman sehari 2 hari. Nah kalau pemerintahan yang segede gaban bin kayak benang mbulet yang abis dimainin ama kucingku …waaaaaaaaaaaa kacau kacau kacau…bisa-bisa vacuum tahunan dah *lebay
  3. Pikirannya terbagi ke banyak hal, jadinya gak focus en gk effective bin gk efficient. Maksudnya gan, mereka kan jadi musti mikir kerjaan harian yang emang musti mereka kerjain, mikirin negara yang kacau bin amburadul (hayah…kayak pernah aje :D ), mikirin pindahan pula.

Naaaah kenapa gk kita pindahin aja mall-mall yang sejumlah 170 itu ke kota lain (or pulau lain). Maksud ane bukan mall-mallnya sih..tapi pusat bisnis dan perekonomian. Nah mall ini salah satunya. Ya jangan dipindahin semua si gan…kasian ntar para PNS dan CPNS nya kagak bisa belanja. Ya sisain lah 4 or 8 biji mall di Jakarta. 2 buat Jakut, 2 buat Jaksel, 2 buat Jak pusat. etc etc. kan adil tuh gan :D

Terus kantor-kantor asing seperti milik loreal, nestle, unilever, Chevron, P&G, Shell, en masih banyak lagi yang laennya…itu musti away dari jakarta. Nah dengan begini kan paling tidak udah ada usaha buat ngebersihin jakarta. Kepadatan jakarta jadi bisa dikurangin.

Nah untungnya buat pemerintah kalau pusat bisnis en ekonominya yang dipindahin dari jakarta:

  1. Pemerintah gk perlu ngeluarin dana extra buat bangun gedung baru (ditempat baru) buat pemindahan pusat pemerintahan
  2. Beban pikiran pemerintah dialokasikan buat yang lain daripada pusing mikir pindah-pindahan…Iiiih pusing kali gan pindah2 itu…ane selama 8 tahun udah pindah lebih dari 10kali….capek gan.
  3. Gak ada waktu vacuum

Kalau ruginya buat pemerintah, jujur ane belon kepikiran gan. Ntar kalau udah nemu ane share lagi dah.

Nah terus lahan-lahan bekas mall yang dihancurkan (karena kan pindah gan mallnya ke pulau lain) bisa dijadikan pelebaran jalan,jalur sepeda, taman (asal jangan dijadi-in tempat nge-bar mabuk, judi, en pacaran plus plus aje yeeee…) or perpustakaan kota yaaang asriiii abisss….

Gimana gan??? setuju kagak?

Facebook dan hukumnya

January 5, 2011 in Daily Shoutout, Living Thought, kajian

Assalamualaikum,

Beberapa waktu lalu kita semua tahu ada pembahasan MUI yang mengatakan bawah Facebook itu HARAM. Dikatakan bahwa Facebook hanya akan membawa dan membantu kemaksiatan lebih cepat.

Well, I don’t think that I agree with the statement above.  If I may say, it all depends on the user and how the user is gonna use the facebook.

Seperti halnya sebuah pisau. Pisau itu benda halal, dia bermanfaat buat kehidupan sehari-hari umat manusia unless dia digunakan untuk hal-hal yang membawa kemaksiatan seperti membunuh dan menyiksa. Tapi yang perlu kita ketahui, pisau ini sendiri tidak akan berubah menjadi haram.

Begitu juga dengan facebook, kalau facebook ini digunakan sebagai media pamer kemolekan tubuh yang bisa menimbulkan maksiat, maka lebih baik kita menghindari penggunaan facebook. Tetapi, juga kita berniat menggunakan facebook sebagai media dakwah, silahturahmi, networking, dan sumber ilmu pengetahuan yg baik dan berguna maka fungsi facebook ini menjadi sangat bermanfaat buat kita.

Kita sebagai manusia memang terkadang sering terlalu mudah mengharamkan sesuatu dan terkadang malah berbuat sebaliknya. Satu hal yang saya ingat:

Segala sesuatu di dunia ini dikatakan HALAL unless ada statement di Alquran maupun Hadits yang mengatakan bahwa sesuatu itu adalah HARAM.

Jadi berhati-hatilah akan segala sesuatu yang kita kerjakan.

Wassalamualaikum

#2 Kecemasan : Mengatasi kecemasan

May 30, 2010 in kajian

Assalamualaikum,

Di post yang sebelumnya (#1 Kecemasan : Sebab-sebab kecemasan) , insyaAllah saya menjelaskan tentang apa itu cemas dan sebab-sebab kenapa timbul perasaan seperti itu dalam keseharian kita. Dan seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya untuk membahas tentang hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kecemasan.

Tenang dengan mengingat Allah

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur’an yang serupa lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah (QS az-Zumar : 23)

Sekarang coba dipikir saja, kalau kita terus-terusan khawatir karena sesuatu hal yang belum tentu terjadi kapan kita bisa hidup tenang, bahagia, dan tentram. Betul gak?

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram (QS ar-Ra’d : 28)

Jadi kita ingat ingat aja ayat ini. Hati ini akan terasa nyaman jika kita tidak terlalu larut dalam permasalahan yang kita hadapi. Sebaliknya kita akan terasa nyaman pada saat kita larut dalam pertolongan dan perlindungan Allah SWT.  Anggap aja gini,  sepatu itu memang tempatnya di kaki dan bukan dihati jadi pada saat sepatu itu hilang kita tidak akan merasa kehilangan yang begitu dalam. Gak perlu was was,

“wah kalau sepatuku kutinggal di depan masjid terus diambil orang, gimana? sepatu bagus jek, prada pula”

Wah kalau begini gimana sholatnya bisa khusyuk, gimana bisa khusyuk dengerin ceramah jumat dan lain sebagainya.

Jangan terlalu mencintai dunia

Kedudukan adalah tempat kita menduduki kedudukan dan bukan kita diduduki kedudukan. Maksudnya, jangan tempatkan kedudukan dalam hati karena jika terjadi apa apa dengan kedudukan ini, kita tidak akan merasa takut dan cemas. Tidak takut di pecat, menerima jika dicaci, tidak takut pula untuk dimutasi.

Ketika kita mendapatkan uang, jangan tempatkan uang tersebut di hati kita…agar tidak terlalu berat jika kita nanti harus mengeluarkan uang itu ataupun jika kita kehilangan uang tersebut.

Siap menghadapi kenyataan

Tiada sesuatu bencana yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Luhul Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadiid : 22-23)

Harusnya kita menyadari bahwa apapun kejadian di dunia ini sudah diatur dengan sedetail-detailnya oleh Allah SWT, hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Terkadang apa yang kita kira tidak menyenangkan belum tentu tidak membawa kebaikan pada kita. Begitu juga sebaliknya.

Misal : Kita bekerja mati-matian untuk tabungan masa depan keluarga, eh tapi ternyata ada salah satu anggota keluarga yang terkena kecelakaan motor dan mengharuskan untuk mengeluarkan uang dari tabungan. Lebih baik kita berpikir dan mengatakan ke dalam hati kita bahwa ini memang saatnya untuk mengeluarkan uang tabungan, bahwa ini memang pentingnya mempunyai tabungan.

Lebih baik jangan mengeluh dan menggerutu dengan “Coba kalau tidak ada kecelakaan ini…pasti uang tabunganku masih penuh”. Apa dengan menggerutu terus kecelakaannya bisa tidak terjadi? Gak juga kan. Kecelakaannya sudah terjadi terus buat apa mengeluh.

Lebih baik kita ridha dengan ketentuan Allah karena pada hakikatnya semu hal yang ada di kita bukanlah milik kita. Itu semua adalah barang titipan, jadi kalau Allah SWT ingin memintanya kembali ya kita harus mengembalikannya dengan tulus dan Ikhlas.

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya (QS. Al-Mu’minuum : 62)

Membahagiakan diri

Sebaiknya kita membahagiakan diri bukan dengan hiburan semu tetapi yang paling tepat adalah tidak menyengsarakan diri. Jangan membesar-besarkan suatu masalah, tidak mendramatisir keadaan, tidak membayangkan hal hal negative yang akan terjadi. Hendaknya kita berusaha untuk tenang dan mengendalikan diri kita disaat kita sedang panik. Daripada ngomong “waduh mati akuuu” lebih baik kita mengucapkan “Ya Allah berikanlah saya ketenangan dan kekuatan jiwa”. InsyaAllah akan diberi jalan keluarnya setara dengan usaha kita. Amien.

Tidak mempersulit diri

Tidak ada gunanaya mempertegang dan mempersulit persoalan. Semua persoalan pasti ada penyelesainnya, tapi mau diselesaikan dengan cara apa dulu. Positive atau negative.

Tidak perlu panik jika dihadapkan suatu keadaan yang diluar dugaan kita. Seperti misalnya kita lagi memasak nasi. Maksud hati cuman ingin makan nasi dan abon daging kiriman ibu dari Surabaya, eh ternyata air untuk memasak nasinya kebanyakan. Jadilah bubur nasi.

Kita bisa memilih, mengeluh dan mengomel seharian tapi apakah dengan begitu bubur tersebut bisa kembali menjadi nasi? Gak juga kan. Sayang sekali, udah nasinya jadi bubur…eh nambah dosa lagi dengan mengeluh. :P

Atau kita bisa memilih ya sudah emang nasinya dah jadi bubur terus mau diapakan…ya udah makan aja bubur sama abon.

Atau ada pilihan lain lagi, berhubung udah jadi bubur…kenapa gak sekalian aja kita jadiin bubur ayam. Tinggal ambil ayam, kerupuk, kecap, seledri…jadi deh (walaupun gak lengkap lengkap amat dan gak  seenak bubur ayam di warung. Tapi kan tetep aja lumayan lah buat bubur bikinan sendiri :p)

Mencari hikmah di balik setiap kejadian

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran (QS al-A’raf : 130)

Dalam setiap langkah kita, hendaknya kita selalu berusaha untuk mencari hikmah di segala kejadian yang Allah timpakan kepada kita.

Misalnya kita sudah bersiap-siap pergi ke bandara 4 jam sebelumnya karena kita takut telat buat check in dan segala tetek bengeknya, eh ternyata di dalam perjalanan itu ada saja gangguannya misal jembatan lagi buka, ada kecelakaan tram sehingga jalannya harus mutar, ban mobil meletus, ataupun terkena macet eh sesampainya dibandara pesawatnya udah pergi….sebaiknya kita menerimanya dengan bersabar…banyakin doa…supaya diberi ketenangan…

Siapa tahu ada hikmah di balik itu, misal diselamatkan dari kecelakaan atau apapun masalahnya. Mungkin contoh ini terlalu ekstrem. Coba saya kasih contoh yang lain lagi.

Misal kita kehilangan dompet padahal baru saja ngambil uang cash dan ditaruh di dompet itu…eh dompetnya hilang..mungkin kita ada perkataan “kenapa sih gk hilang waktu sebelum ngambil uang”

Daripada berkata seperti ini lebih baik kita bertafakkur, menanyakan pada diri sendiri…apa mungkin ini peringatan dari Allah SWT bahwa saya kurang bersedekah? Atau mungkin justru uang kita lagi dibersihkan oleh Allah karena ada sebagian kecil uang kita yang didapatkan dengan cara tidak halal.

InsyaAllah itu saja solusi untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan yang sering sekali datang di kehidupan kita sehari-hari. Lebih baik kita gunakan waktu kita untuk memikirkan hal yang jauh lebih penting daripada memikirkan sesuatu yang kurang berguna. Buat apa kita menghancurkan hidup kita di dunia yang sekali ini hanya karena kurang ilmu dan kurang pandai dalam mengolah hati.

Yang terpenting adalah, kita mempercayai ketentuan Allah SWT dan yakin bahwa tidak ada satu kejadian pun yang tidak bermakna. Lebih baik kita berpikir positive kepada Allah SWT dan tidak sibuk menyalahkan Allah SWT ataupun orang lain akan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Toh peristiwa itu tidak akan selesai dengan menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain. Sebaliknya, kita akan mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga dan berguna buat langkah kita dikemudian hari. Amien amien ya Rabbal Alamin. Wallaahu a’lam bishshawwab.

Semoga bermanfaat

Andys Sundaypink

Disadur dari MQ seri Manajemen Qalbu – K.H. Abdullah Gymnastiar

#1 Kecemasan : Sebab-sebab kecemasan

May 30, 2010 in kajian

Assalamualaikum,

“Duuuuh aku lagi stress berat ini….Aku musti mikir ini mikir itu belum lagi kerjaan… belum lagi .sekolah masterku???? Mana keluarga yang maksa ini itu….duuuuh stress stress”

Kita pasti pernah merasakan cemas, takut, sedih, dan stress dalam keseharian kita. Tidak peduli dalam bentuk apapun dan tidak peduli disebabkan oleh apapun.

Setiap manusia pasti punya masalah dan kalau kita tidak pandai-pandai dalam menyikapinya secara arif, kita akan terkena perasaan ini. Hidup dalam kecemasan dan ketakutan sangat tidak menyenangkan. Makan jadi tidak enak, tidur tidak enak, jalan-jalan juga tidak enak.

Apapun yang kita lakukan, yang seharusnya enak menjadi terasa tidak enak atau tidak menyenangkan.

Yang sebenarnya menjadi masalah adalah apakah kecemasan dan ketakutan ini dapat kita kendalikan sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang bernilai positif atau sebaliknya menjadi bencana yang menghancurkan hidup ini.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : “kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS al-‘Ankabuut: 3)

Sekarang kita tilik satu-persatu, hal apa saja yang bisa menyebabkan stress.

    1. Suasana Keluarga yang kurang harmonis

Perasaan ini bisa disebabkan oleh keadaan keluarga yang kurang menyenangkan. Misalnya keadaan keluarga yang lagi dalam proses bercerai. Bapak dan ibu yang sering bertengkar. Ataupun bapak ibu yang kurang bijak dalam mendidik anak bisa juga menjadikan ketegangan dalam keluarga. Terkadang sikap atau reputasi yang buruk oleh salah satu anggota keluarga bisa menyebabkan anggota keluarga yang lain menjadi tertekan.

Ada pasangan suami istri yang merasa tertekan karena sudah menikah lama tapi masih belum dikaruniai anak. Ada juga pasangan suami istri yang merasa tertekan karena perilaku anak-anaknya yang kurang bisa diatur. Atau juga tertekan karena tidak bisa membiayai sekolah anak-anaknya…ataupun disebabkan hal yang lain-lainnya.

Tidak ada ataupun ada anak, kalau tidak bijaksana dalam menyikapi akan berakibat sama. Ketika ada anak, mereka pun bisa menjadi penyebab rasa stress sebagaimana orang tuanya ketika mereka bertindak hal-hal yang memalukan. Jadi kuncinya terletak pada sikap kita.

2. Hubungan Interpersonal

Hubungan antar teman yang kurang baik pun bisa mendatangkan beban jiwa. Seorang sahabat yang tiba tiba hilang kontak karena menikah ataupun punya anak. Atau ketika kita punya calon pasangan hidup dan tiba tiba dia meninggalkan kita untuk orang lain. Atau juga pada saat kita dihadapkan pada keadaan harus memilih.

    3. Kesibukan dan kesulitan dalam Pekerjaan

Untuk masalah pekerjaan ini sering sekali saya juga terkena dampaknya. Stressnya minta ampun apalagi dengan perusahaan yang demanding banget. Dengan kata lain beban pekerjaannya tinggi sekali. Ada kisah lain juga seseorang terkena stress karena background pendidikannya tidak sama dengan pekerjaan yang dia kerjakan. Anak seni mengerjakan pekerjaan Informatica ataupun juga sebaliknya. Ada juga yang terkena stress karena sudah lama berusaha mencari pekerjaan tapi tidak dapat dapat juga. Berharap setelah dapat pekerjaan, stress itu akan hilang atau paling tidak berkurang. Tapi kenyataannya setelah ada pekerjaan pun stress itu masih ada walaupun dengan alasan yang berbeda.

Ada yang takut terkena PHK ataupun mutasi. Ada yang takut jabatannya diturunkan. Ada yang takut dimarahi atasannya. Banyak hal yang bisa menyebabkan stress tapi bagaimana kita meniliknya saja yang bisa membuatnya terasa beda.

    4. Lingkungan rumah

Hal lain lagi dengan lingkungan rumah. Lingkungan rumah yang kurang sehat pun bisa menyebabkan stress. Punya tetangga yang suka ikut campur urusan rumah tangga kita. “Duuh jeng, itu kenapa rumahnya seperti ini yak. Padahal suaminya orang  kaya loh tapi rumah cumin sekotak. Apa suami situ pelit? Gak mau ngeluarin uang tah? Duuh kalau punya suami kayak gitu udah saya cerai kali jeng” Aduh, kalau punya tetangga seperti ini pengen nendang or nampar aja kali ye. Ya maksudnya suami siapa, rumah siapa kenapa sih ikut ngurusin banget. Tapi ya namanya juga hidup bersama, pasti ada positive dan ada negativenya kan.

    5. Kondisi fisik

Nah ini sumber stress dalam bentuk yang lain lagi. Terkadang kita wanita paling tidak sebulan sekali kita mengalami perubahan hormon yang bisa kita sebut pada saat menstruasi. Sering kali saat menstruasi ini kita jadikan momentum untuk menjadi “bad mood”. Ada kesalahan sedikit yang dilakukan orang lain, kita langsung bad mood dan marah-marah. Tapi saya sendiri tanpa sadar sering jadi cemberut karena menahan rasa sakit yang datang setiap kali menstruasi.

Ada yang cemas karena belum mendapatkan menstruasi walaupun sudah beranjak dewasa. Ada juga yang cemas karena setiap kali menstruasi pasti akan sakit, muntah-muntah, dan pingsan. Ada juga yang cemas karena masa menstruasi nya sudah berhenti.

Ada juga seorang istri yang jadi cemas karena sakit yang berkepanjangan, cemas suaminya akan meninggalkannya. Ada yang cacat tubuhnya dan jadi stress kenapa diberi cacat tubuh. Intinya, banyak hal yang bisa membuat kita cemas.

Maka dari itu kita harus pandai-pandai menyikapi segala sesuatunya.  Gak semua hal patut kita cemaskan (eh, apakah ini berarti ada beberapa hal yang patut kita cemaskan dan takutkan? :P kalau menurutku si iya, semisal takut akan balasan dari Allah SWT, takut akan hukumanNya dan lain sebagainya)

Terus gimana cara kita untuk mengatasi kecemasan? Ada gak solusinya? InsyaAllah ada solusinya ….tapi mungkin kita bahas di post yang lain. (soalnya masih belum selesai nulisnya :P )

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum