Ibadah :: Buah dari Ibadah

July 19, 2009 in Pengajian

Assalamualaikum,

Pada post sebelumnya, kita membahas tentang makna ibadah. Nah kali ini kita akan membahas tentang buah atau hasil dari ibadah itu.

Al-Baqarah : 183

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Al-Baqarah:21

Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Buah dari ibadah adalah TAQWA. Terus apa sih arti dari taqwa itu sendiri? Kalau dulu waktu SD, kita diajarinnya….taqwa adalah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Hmmm..kalau menurut gue nih (tiru-tiru nadya ngomong –> issu issu :D ). Taqwa itu bisa diartikan seperti ini sadar dan mengerti akan keberadaan Allah SWT, attribute, property, ilmu, hubungan dirinya dengan Allah SWT, tanggung jawab yang diembannya sebagai makhluk ciptaanNya dan hambaNya. Jadi kesimpulan kasarnya, jika orang itu menjalankan ibadah dia akan menjadi orang yang bertaqwa.

Eit tapi jangan salah ngelakuin sembarang ibadah terus bisa dianggap telah menjadi orang bertaqwa. Sekarang kita harus bertanya, ibadah seperti apa sih yang bisa menjadikan seseorang itu bertaqwa. Jadi, ibadah yang membawa seseorang ke TAQWA adalah ibadah yang memiliki 10 prinsip yaitu:

1. Iman (Percaya)

An-Nisa : 136
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.

Seperti yang dikatakan di hadits 2:

“ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “,

2. Islam (Rela diatur oleh Allah SWT)

Al-Baqarah : 112

Tidak! Barangsiap menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Seperti yang dikatakan di hadits arba’in 2

“ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “,

3. Ihsan

An-Nahl: 97

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kamu berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Dituliskan dalam hadits arba’in 2

“ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau”

Jadi intinya, kalau kita merasa bahwa gerak-gerik kita selalu diperhatikan maka kita akan senantiasa menjaga diri kita dari perbuatan-perbuatan jelek. Semisal, membayar tiket kereta, tram, metro…diperiksa maupun tidak diperiksa…:p atau atau mencontek pada saat ujian…atau atau menjiplak pekerjaan rumah teman lain. :D

4. Tunduk

At-Taubah : 112

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji Allah, mengembara demi ilmu dan agama, rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.

5. Tawakkal –> penyerahan sepenuhnya kepada Allah

Ali Imron : 159

Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakkal.

6. Cinta (Muhassabah)

Al-Baqarah : 165

Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mecintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang melihat azab pada hari Kiamat, bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azabNya niscaya mereka menyesal.

7. Harapan (Khauf)

Al-Baqarah : 218

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pemngampun, Maha Penyayang.

8. Takut (Rozaq)

Al-Insan : 7

Mereka memnuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana mana.

Harapan dan Takut itu harus berjalan seimbang. Kalau takutnya terlalu banyak maka akan menyebabkan kita menjadi penakut dan pesimis. Tetapi kalau harapan kita terlalu banyak dibanding takutnya maka kita ditakutkan akan menjadi sombong.

9. Doa

Setiap saat kita dianjurkan untuk berdoa. Justru dengan berdo’a kita akan lebih mendapatkan ridloNya. Jadi kalau kita ingin mengeluarkan sesuatu kata, semisal…”aku gak bisa presentasi di depan publik”…sebaiknya agak dirubah menjadi “semoga, aku bisa presentasi di depan publik”. Karena, kata-kata itu adalah doa.

10. Khusyuk

Al-Baqarah : 45-46

Dan mohonkanlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

Khusyuk ini bisa didapat dengan pengerahan dari ketiga unsur yaitu Akal, Hati, dan Jasad.

Tambahan:

Ada 3 sifat yang dimiliki oleh orang yang merasakan Iman

1. Menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada lainnya

2. Mencintai seseorang karena Allah

3. Enggan kembali kekafiran sebagaimana dia tidak mau dimasukkan ke dalam api neraka

Disampaikan oleh mbak Yayu Rismawati dan ditulis ulang oleh bourneaisyah

Ibadah

July 14, 2009 in Pengajian

Ibadah itu adalah suatu ketundukkan dan ketaatan dalam segala hal yang dilakukan hanya untuk mengharap ridloNya.  Perlu kita ketahui bahwa dari awal jin dan manusia diturunkan ke bumi adalah untuk mengemban misi dan salah satunya yaitu beribadah. Ini bisa dibaca di Az-Zariyat:56

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu”.

Al-Imron:191

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata). “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”

Ini intinya bahwa setiap gerak gerik jin dan manusia itu harus selalu bernilai ibadah. Jika dia sedang melakukan sesuatu yang tidak bernilai ibadah berarti dia sedang kufur. Intinya, jin dan manusia itu hanya mempunyai 2 state di dunia ini;  sedang beribadah dan kufur.

Didalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, kita harus berniat karena Allah, sesuai dengan syariatNya, dan untuk menggapai ridloNya. Dan kita harus mengerahkan 3 points dalam beribadah yaitu akal, hati, dan jasad. Inilah yang dinamakan khusyuk beribadah. Contoh gampangnya pada saat kita melakukan sholat. Sholat itu kombinasi dari akal, hati, dan jasad. Tidak bisa kita sholat hanya dengan jasad saja….tapi akal kita melayang kemana mana dan hati kita tidak terpaut untukNya. Begitu juga sholat tidak bisa dilakukan hanya dengan akal dan hati saja tetapi jasadnya tidak ikut bergerak (lain persoalan bagi yang memang tidak bisa menggerakkan badan…).

Ada 2 jenis ibadah

1. Maghdoh (wajib)

Ibadah maghdoh adalah ibadah yang dilakukan jika ada perintah untuk melakukannya dan jangan dikerjakan kalau tidak ada perintah yang mensyariatkannya. Contoh: Sholat,  membayar zakat, Puasa Ramadhan

Syarat-syarat diterimanya ibadah maghdoh

  • Niat yang ikhlash
  • Sesuai dengan syariat
  • Sesuai dengan tata cara yang telah dicontohkan

2. Ghoiro Maghdoh (Pelengkap)

Ibadah Ghoiro maghdoh adalah ibadah yang dikerjakan selama tidak ada larangan. Contoh: bermuamalah, belajar, shodaqoh, berdagang.

Syarat-syarat diterimanya ibadah ghoiro maghdoh

  • Niat yang ikhlash
  • Bernilai amal sholih

Tambahan ayat:

  1. Al Bayyinnah: 5
  2. Az Zumar:11
  3. Al Hasyr:59

diberikan oleh  Yayu Rismawati dan ditulis ulang oleh bourneaisyah

Ghazwul Fikr

July 14, 2008 in Pengajian

Assalamualaikum ya Akhi ya Ukhti,

Sebenarnya apa sih arti dari Ghazwul Fikr itu? Ada yang mengartikan “perang pemikiran” dan ada yang mengartikan “invasi pemikiran“.

Secara mendalam, Ghazwul Fikr berarti serangan yang direncanakan sedemikian rupa yang dilakukan oleh orang kuat ke orang lemah dengan tujuan untuk merusak akhlaq, menghancurkan fikrah, melarutkan kepribadian, dan menumbangkan aqidah.

Disadari ataupun tidak, perang pemikiran ini sudah lama terjadi. Mari kita perhatikan perkembangan umat islam secara khusus dan masyarakat secara umum di Indonesia sendiri. Lingkungan yang paling dekat dengan kita. Seperti yang kita ketahui, siaran-siaran televisi sudah banyak menyebarkan faham-faham pergaulan yang semakin menjauhkan dari nilai-nilai islam. Dan ini tidak terjadi akhir-akhir ini saja. Sudah dari dulu, “perkembangan-pertelevisian” ini direncanakanan.

Memakai baju terbuka sudah dianggap lumrah, berpacaran sudah dianggap hal biasa yang perlu dilakukan untuk saling mengenal satu sama lain, hubungan seks diluar nikah dianggap suatu kesenangan dan kebanggaan, tawuran antar pelajar dianggap biasa, dan masih banyak lagi hal yang lain.

Padahal, dulu semua ini dianggap suatu hal yang tabu dan tidak patut untuk dilakukan. Tapi lambat laun hal-hal tersebut mulai dianggap biasa di lingkungan kita karena kita sedikit-demi sedikit mulai menerima faham-faham mereka.

Umat islam saat ini ibarat seekor katak yang sedang berada dalam panci yang sedang dipanaskan. Awal mulanya, air terasa hangat dan tubuh katak menyesuaikan dirinya dengan suhu sekitar. Setiap kali bertambah hangat, si katak menyesuaikan suhu tubuhnya. Sampai pada akhirnya si katak sudah merasa bahwa suhu sekitar sudah terlalu panas dan tidak mampu menyesuaikan lagi dengan suhu sekitar, maka dia ingin melompat keluar dari panci ini. Tapi, sayangnya si katak tidak sanggup untuk melompat, karena dasar panci yang dijadikan tempat pijakan melompat juga terlalu panas. Akhirnya si katak mati ter-rebus di situ.

Hal ini sama halnya dengan perang pemikiran tersebut. Mereka memasukkan faham mereka secara perlahan-lahan, menggerogoti logika-logika manusia, memerciki ayat-ayat kitabullah dan as-sunnah dengan “air” dan “debu“. Semua itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk membuat orang-orang meninggalkan ajaran islam, merusak image islam, dan membuat ajaran-ajaran islam menjadi rancu.

Sebenarnya siapa sih mereka ini yang berniat sekali untuk menghancurkan Islam dengan rencana yang sedemikian rupa. Mereka itu dikenal dengan “orang-orang yang sombong” yang terdiri dari Atheis, Yahudi, Musyrikin, Nasrani, dan Munafikun. Mereka ini menggunakan berbagai sarana untuk merusak islam secara halus. Yang mana adalah:

1. Penerangan dan Pendidikan

Terjadi pemisahan system pendidikan. Antara yang sekolah umum dan pesantren. Untunglah sekarang sudah banyak sekolah islam terpadu yang memadukan ilmu pendidikan dan agama. Sangat diharapkan mereka-mereka ini bisa mencetak generasi baru yang aware akan dunia pendidikan dan juga dunia islam.

2. Media cetak

Saat ini banyak sekali media cetak yang menjelek-jelekkan islam. Menganggap bahwa islam seperti A adalah extrem, terrorist, ortodoks, dan controversial. Jadi banyak kaum islam sendiri yang terpengaruh kalau kita memakai pakaian kebesaran islam (jilbab) maka kita akan dianggap terrorist, kuno, dan tidak mengikuti mode.

Banyak juga media cetak yang memberi tips-tips dalam hidup bermasyarakat yang mengambil dasar dari orang-orang barat which is….seringnya bertolak belakang dengan konsep islam. Seperti misalnya tips untuk dekat dengan kolega kantor yaitu dengan cara sering hang out bareng di cafe. Yang ada akhirnya hang out di cafe –> menemanin minum alkohol –> ikut-ikutan minum alkohol –> akhirnya lama-lama terbiasa minum alkohol dan bergaya dugem (dunia gembel :D )

3. Hiburan

Hiburan ini seringnya diidentikkan dengan hura-hura. Seperti misalnya minum-minum, joged bareng di diskotek, dll. Padahal hiburan juga bisa didapatkan dari bermain bersama keluarga, membantu daerah yang terkena bencana alam, menciptakan lingkungan kreatif. Hal-hal ini juga bisa dianggap sebagai hiburan karena sebenarnya hiburan itu tidak lain adalah sesuatu yang membuat kita bisa mengalihkan stress dan pikiran kita sejenak (as long as tidak melenceng dari ajaran Islam yaaaaa….)

Banyak tahapan-tahapan atau langkah-langkah yang mereka jalankan dalam mengupayakan perang pemikiran ini. Diantaranya adalah:

1. Orientalisasi

2. Kristenisasi

3. Pemutusan negeri-negeri islam dengan khilafah (menciptakan kubu-kubu)

4. Memisahkan agama dari negara (republik, sosial, komunis)

5. Menyebarkan faham Nasionalisme (faham cintai tanah air)

6. Menjatuhkan Khilafah

Keenam tahapan diatas itu dilakukan sebelum masa jatuhnya khilafah dan pada saat jatuhnya khilafah. Cara mereka untuk melakukan perang pemikiran sampai sekarang, masa sesudah jatuhnya khilafah, tidaklah jauh berbeda dari keenam tahapan diatas.

Di masa ini, perang pemikiran dilancarkan melalu politik, sosial, dan moral dengan konsep orientalisme, kristenisasi, atheisme, nasionalisme, dan pembaratan. Contoh nyatanya adalah melalui pengajaran (system pendidikan), penerangan, dan perundang-undangan.

Dampak dari invasi-invasi yang mereka lakukan ini jelas sangat membahayakan umat islam. Diantaranya yaitu tertipunya pemikiran kita (menganggap yang A yang benar padahal B lah yang benar), membentuk kecenderungan terhadap orang-orang zalim, lebih mencintai orang-orang kafir yang justru menyesatkan, mengikuti apa yang diajarkan oleh kaum-kaum zalim tersebut, menyerupai perilaku mereka, dan lebih loyal terhadap mereka.

Ternyata mereka, orang-orang zalim, lebih mengetahui kelemahan kita sebagai umat islam daripada kita sendiri. Mereka tahu bagaimana menghancurkan Islam dan umatnya baik dari umat islam KTP sampai umat islam extreme. Semuanya sudah mereka rencanakan dengan matang. Kita sebagai umat islam, sudah selayaknya mempunyai langkah-langkah untuk menghadapi perang mereka ini. Gali ilmu islam lebih dalam, menyaring informasi dari media cetak, tunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim dengan menjadikan kitabullan dan as-sunnah sebagai pedoman, menjalankan syariah-syariah Nya., etc.

Semoga bermanfaat

Jazakumullah

Rujukan ayat:

61:8 – 9:32

15:29 – 4:60 – 4:89 – 68:6 – 3:149 – 2:109

5:82 – 9:36 – 2:120 – 63:4 – 34:31 – 34:32 – 32:34 – 2:166

17:64 – 34:33 – 2:164

35:6 – 11:113 – 3:118 – 5:51
Wassalamualaikum

…Keutamaan Menghafal Al-Qur'an…

March 16, 2008 in Pengajian

Assalamualaikum ya Akhi ya Ukhti,

Tausiyah kali ini membahas tentang Keutamaan Menghafal Al-Qur’an dan bagaimana kiat-kiat untuk mempermudah menghafal Al-Qur’an ini. Semoga bermaanfaat. Amien.

Dulu saya sering berpikir, mempelajari dan menghafal al-qur’an itu tugas para kyai dan santri saja. Tugas orang-orang yang memang mondok di pesantren atau para guru agama. Tugas mereka untuk berdakwah. Tapi sejak saya tinggal di negara yang penuh dengan orang kafir ini, saya semakin sadar betapa pentingnya mempelajari al-qur’an, artinya, kandungannya, dan menghafalnya. Ya, gimana gak penting…kalau tiap harinya di kantor kamu selalu di tantang untuk membuktikan bahwa Islam itu agama yang benar (apalagi waktu jam makan siang, bagaikan nightmare deh…)

Ternyata, menghafal al-qur’an itu kewajiban semua muslim dam muslimah!

Apa sih fungsinya menghafal al-qur’an itu? Banyak!

1. Mencegah kepikunan.

Ternyata sering memaksa diri kita untuk menghafal ayat-ayat cinta ini mengasah daya ingat kita.

2. Orang tuanya dari seorang anak yang hafal al-qur’an akan mendapat kenikmatan di akhirat.

Dijanjikan oleh Allah, bahwa Allah SWT akan menghadiahkan mahkota kepada mereka. Dan anak ini dapat membawa 10 orang ke syurga bersamanya. Tetapi membawa 10 orang ini juga bagi saya bukanlah literally memberikan list 10 orang kepada Allah untuk dibawa bersama ke syurga. Maksudnya, pada saat kita berusaha menghafal al-qur’an insyaAllah kita mengetahui arti dari ayat-ayat cinta ini. Dan pada saat kita paham akan maksudnya, kita juga mengapplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari kita. Dan insyaAllah hal ini bisa mempengaruhi orang-orang dilingkungan sekitar kita. Intinya mereka juga termotivasi untuk mengamalkan hukum-hukum Allah SWT. Wallahu alam.

3. Mendapat pahala yang besar yaitu Syurga

Semakin banyak ayat yang kita baca dan hafal, akan semakin tinggi derajat syurga yang kita dapat. Logisch kan.

Wow! Subhannallahu! Tapi gimana sih caranya biar lebih mudah menghafal al-qur’an? Ini nih kiat-kiat menghafalnya:

1. Fase Persiapan

  • Dengan menanamkan kecintaan dan keagungan pada Al-Qur’an
  • Dengan membenarkan dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an
  • Memperbanyak baca Al-Qur’an dan mengulang ayat-ayat yang akan kita hafal
  • Menetapkan dan menata maknaiyah dan rohaniyah (menata niat dan motivasi)
  • Banyak bergaul dengan orang-orang yang hafal Al-Qur’an
  • Jangan lupa meminta dan berdoa kepada Allah untuk dimudahkan.

2. Fase Pelaksanaan

  • Ikhlaskan niat, perbarui niat
  • Pilih waktu-waktu yang tepat untuk lebih mudah menghafal.
    • Jangan menghafal pada waktu lagi stress…yang ada malah stress :p
  • Pilih tempat.
    • Mungkin untuk mengingat surat Al-Baqarah, pergi ke taman untuk mengingat… jadi ingat….such as: Oh aku dulu menghafal Al-baqarah di taman, pada saat itu ingatnya ini, hafalnya itu. Jadi ada kenangan tersendiri. Cieeehh…
  • Pilih moment
    • Misal pada saat menunggu kelahiran seorang anak
    • Menunggu waktu pernikahan
    • Pernah ada cerita, ada seorang yang terkena lumpuh setelah kecelakaan. Pada saat lumpuhnya, alhamdulillah si fulan ini justru memotivasi dirinya untuk menghafal al-Qur’an. Dan alhamdulillah dalam waktu 4 bulan, si Fulan ini berhasil menghafal al-Qur’an. Dan alhamdulillah pada saat si Fulan ini selesai menghafal, dia diberi kenikmatan oleh Allah SWT. Diberi kesembuhan dari lumpuhnya! Subhannallahu.
  • Menggunakan Al-Qur’an yang sama
  • Mengikat satu ayat dengan ayat yang lain
  • Memberi perhatian pada ayat-ayat yang hampir sama
  • Mengiringi dengan amalan-amalan baik
  • Memahami isi dan kandungannya.

Sebenarnya inti keberhasilan adalah niat dan usaha. Kuatkanlah niat dan insyaAllah membawa keberhasilan. Tentu saja diiringi dengan usaha yang tidak kalah kuatnya. Dan selain itu, siapkan target! Misal nih…dalam 1 minggu menghafal 2 surat pendek. dalam 1 bulan or 2 bulan menghafal 1 juz. :)

Semoga bermanfaat!

Jazakumullah

Wassalamualaikum

Al-Islam

February 17, 2008 in Pengajian

Ini salah satu ulasan pengajian yang sering kita lakukan bersama setiap 2 minggu sekali. Sebenarnya taujih ini udah diberikan lama sekali…Cuman baru berkesempatan menulisnya disini. Lagipula tadi saya kepikiran buat menulis ulasan tentang Islam, karena ketrigger dari pertanyaan kekafiran dan kesesatan dan orang-orang yang diberkati menjadi Islam. Semoga ulasan ini bisa menjawab pertanyaan. Amien

1. Sejak kapan menjadi Islam?

Al A’raaf : 172

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankan Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul(Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Jadi sebenarnya manusia itu awalnya semuanya beragama Islam dan mengakui keesaanNya. Dan manusia lah sendiri yang menyebabkan kesesatan dan kekafiran mereka.

Jadi, sejak manusia dikeluarkan dari alam arwah tersebut Allah sudah mengajarkan tentang tauhid.

Allah menurunkan 2 hukum:

a. Hukum Kauniyah (Hukum Alam)

Hukum Kauniyah adalah hukum-hukum yang tertulis di alam dan bisa dikaji oleh manusia. Hukum yang ditetapkan Allah untuk Alam semesta dan semua makhluk Allah tunduk. Contoh: Siapa yang bekerja keras insyaAllah akan sukses di dunia.

b. Hukum Syariah (HukumKauliyah)

Hukum yang ditetapkan Allah dan hanya diberlakukan pada Jin dan Manusia.

Mengapa? Karena manusia dan jin deberi kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain:

- Kebebasan memilih

- Akal untuk berpikir

- Panca indera

2. Alasan menjadi Islam

Al Maidah-3:

Hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku

Dari ayat ini bisa disimpulkan alasan-alasan kenapa kita menjadi Islam, diantaranya:

- Agama paling sempurna

- Agama yang di-ridloi Allah (dzat pencipta)

Ali Imron- 9:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk menerima pembalasan pada hari yang tak ada keraguan padanya”, Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Ali Imron-85:

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.

3. Definisi Islam

Islam berasal dari bahasa Arab, yang mana artinya adalah:

- Islam al Wajhah (Menundukkan wajah, menyerahkan diri – Aslama)

An Nisaa-125 :

Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripda orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Alla, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

- Islam – Aslamu

Ali Imran – 83:

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepadaNyalah berserah diri segala apa yang dilangit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

- Islam – Saliimi (Suci atau bersih)

Asy Syu’araa-89:

Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

- Islam -Salamun ‘alaikum (Selamat sejahtera)

Al An’am-54:

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayant-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum (Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu). Tuhanmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang, yaitu bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan diantara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

- Islam – As salmi (Damai)

Muhammad 35:

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang diatas dan Allah pun beserta kamu dan Dia sekali kali tidak akan mengurangi pahala amal-amal mu

Jadi dari kelima perinciaan diatas, bisa kita simpulkan bahwa

Islam:

Ketundukkan kepada wahyu-wahyu Allah dengan mempelajari wahyu-wahyu Allah yang dibawa oleh para nabi dan para Rasul yang berisi hukum-hukum Allah yang merupakan jalan yang lurus yang membawa keselamatan manusia, dunia, dan akherat.

4. Kiat-kiat menjadi orang yang Islam

Al-Baqarah 208:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan musuh yang nyata bagimu.

- Memperbaiki Akhlak (Akhlak : Segala sesuatu yang muncul dari diri manusia secara spontan)

- Mengenal Aqidah

- Jihad (bersungguh-sungguh)

- Muslih(Menuliskan kebaikan kepada orang lain)

Itu tadi sedikit ulasan tentang definisi Islam, alasan-alasan memilih Islam, dan bagaimana kiat-kiat dalam berislam. Semoga ulasan diatas bisa meningkatkan pengetahuan kita tentang islam dan meningkatkan ketakwaan kita kepadaNya. Amien

*Jika dalam ulasan ini ada kesalahan, maka sesungguhnya itu semua semata berasal dari saya, maka saya minta maaf…dan tolong dikoreksi :D

Jazakumullah

..Ar-Ridho…[190806]…

February 17, 2008 in Pengajian

Pengertian RidhoRela, ikhlas, murni

Hasil cinta, puncak kecintaan mukmin kepada Allah SWT dan buah dari syahadah (yang dipahami terlebih dahulu) yang kita ucapkan.

Tanda-tanda orang Ridho

Menerima semua kehendak dan kemauan Allah dengan ikhlas tanpa penolakan.

Al-Baqarah 207

Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha penyantun kepada hamba-hambanya.

Dari hadits tersebut, kita bisa menilik….”dan diantara manusia….” ini mengatakan bahwa tidak semua manusia akan mengorbankan dirinya untuk mencari ridhoNya. Dari banyak manusia, masuk menjadi Islam….dari banyak manusia yang Islam disaring lagi menjadi orang-orang muslim yang mengikuti syari-ah2 Islam….dan semakin lama semakin tersaring menjadi hanya sekelompok kecil umat.

Untuk mendapatkan keridhoanNya…kita semua senantiasa mengorbankan diri kita (bagi orang lain yang menganggap kita melakukan pengorbanan); pengorbanan perasaan, korban harta, dan korban nyawa.

Setelah ditilik lagi, mengikuti ajaran-ajaran dan tuntunan-tuntunan Islam itu sendiri bukanlah merupakan suatu pengorbanan.

Itu semua tergantung dari diri kita masing-masing. Misal ni ya…kita senang melakukannya…ya kita gak akan merasa bahwa itu suatu pengorbanan….kecuali kalau memang kita gak seneng….

Contoh: korban waktu dan strippen kart buat ikut pengajian di javaplein (padahal itu kan jam tidur)….hohohohoho….udah gitu kan capek habis kerja ….tapi…karena kita seneng buat ngelakuinnya…kita gak ngerasa kalau kita mesti korban apapun…(ini contoh simple) coba kalau misalnya pada jaman Rasulullah dulu…yang para sahabat Rasul siap berkorban apapun dijalan Allah…bahkan nyawa sekalipun.

Ridho terhadap apa-apa yang Allah kehendaki ada 3 yaitu terhadap kita, terhadap Alam Semesta, dan dari kita.

———————————————————————————–

1. Terhadap kita

Ini termasuk a’lamul ghoib…sesuatu yang masih misteri…berhubungan dengan takdir Allah SWT yaitu tentang qada’ dan qadar.

Qada’ : sesuatu yang sudah tertulis dan tidak bisa kita rubah lagi

Contohnya ni ya …kita dilahirkan sebagai laki-laki or perempuan dan kita dilahirkan dalam keadaan lengkap sempurna jasmaninya atau nggak.

Qadar : sesuatu yang masih bisa berubah atas kehendak Allah tetapi tetap kita harus berusaha untuk meraihnya

Contohnya jodoh dan prestasi

“Allah kerjakan tentang apa-apa yang Allah tidak ditanya” Dan semuanya itu mempunyai hikmah tersendiri.

“jadi mbak, semuanya yang terjadi dengan kita, kalau kita melakukannya dengan sungguh-sungguh….kita akan dapat hikmah tersendiri…begitu?”

“iya, walaupun kita melakukannya dengan tidak sungguh-sungguh pun…kita akan dapat hikmah tersendiri juga…”

Oooo…manggut-manggut…

Al-Baqarah 216

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Al-An’am 59

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)

*hmmmm…urutannya yang mana aku rada lupa…bwee ala msn

———————————————————————————————

2. Terhadap Alam semesta

Alam semesta termasuk a’lamuttajriyah …maksudnya adalah termasuk alam kajian.

Sunnatullah = Ketentuan-ketentuan Allah yang ada dia alam.

Contoh: matahari terbit di sebelah timur, gaya gravitasi, manusia kalau lapar ya makan’ manusia kalau haus ya minum

jadi based on this….kalau misalnya ada orang yang bilang bisa diseleseikan semua nya dengan berdzikir ya salah….mungkin dikira orang2 , dia ini termasuk orang yang bertaqwa sekali…padahal….justru dia tidak mengerti dengan sunnatullah….begonooooo… makanya kalau lapar ya makan…bukan diselesaikan dengan berdzikir aja….(tekanin dengan aja nya yah..jadi ya jangan makan aja….tetep mengingat Allah dengan berdzikir di setiap kesempatan…)

kalau ingin punya uang..ya bekerja…kalau ingin pinter ya belajar…begituu…

terus dari hukum Alam ini…kita dituntun untuk mengkaji alam semesta…apa-apa yang ada di alam semesta ….kita kaji…misal…perputaran bumi pada porosnya….perputaran planet-planet….ilmu perbintangan..dan sebagainya dan sebagainya… dari kajian ini…kita akan semakin sadar…bahwa Allah itu maha kuasa atas segala sesuatunya. Amien.

Al- fat’h 23

Sebagai suatu sunnatullah (hukum Allah yang telah ditetapkanNya) yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Yunus 5-6

Dia lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanNya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak (maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.). Dia menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya kepada orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasanNya bagi orang-orang yang bertakwa.

Disini digaris bawahi….”bagi orang-orang yang bertakwa” …*ngerti maksudnya or gak?

Ali’Imran 190-191

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “Ya Tuhan kamu, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Dan kita dianjurkan/diharuskan untuk menggunakan dan memanfaatkan alam semesta untuk kepentingan dan kebahagiaan umat.

——————————————————————————————-

3. Dari kita

Yang satu ini termasuk a’lamussyahadah yaitu alam nyata.

Semuanya ini terangkum dalam ketentuan-ketentuan syari’ah

Al-baqarah 256

Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut (syaitan dan apa saja yang disembah selain Allah SWT) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.

Di akhir jaman, kita semua akan ditanya tentang apa yang telah kita lakukan selama kita diserahi kehidupan. Apa yang telah kita lakukan di dunia, untuk apa, untuk siapa, dan seberapa tinggi dan mulia hal-hal yang kita kerjakan selama ini.

At takaatsur 8

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu Dan kita semua hendaknya patuh akan tuntunan Allah

Al Ahzab 36

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul_nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

Mengenal Insan

February 17, 2008 in Pengajian

asebenarnya judul aslinya itu …ta’riyful insaankalau diartikan secara total, artinya yaitu mengenal manusia

apa sih manusia itu?

manusia adalah ciptaan Allah yang diberi ruh dan diciptakan dari tanah liat.

hal ini dikatakan di alqur-an

As Sajdah :7-9

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai pemciptaan manusia dari tanah

Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina yaitu air mani

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh ciptaanNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi kamu sedikit sekali bersyukur

Al Hijr : 28-29

Dan ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh ciptaanKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (penghormatan dan bukan menyembah)

Manusia memiliki 3 essence yaitu:

1. al qolbu — hati — al a’zmu

hati adalah pusat pembentukan kemauan dan keputusan dan juga alat untuk mempertimbangkan antara kebaikan dan kejelekan

Al Qiyaamah : 14

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri [bahwa anggota-anggota badan manusia menadi saksi terhadapa pekerjaan yang telah mereka lakukan seperti tersebut dalam surat Nur ayat 24]

2. al a’ql — akal—al i’lmu

Al Israa’ :36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuana itu akan diminta pertanggungjawaban

Al Mulk : 10

Dan mereka berkata;”Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala

3. al jasad — al a’mal

At Taubah:105

Dan katakanlah:”Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

Karena kelebihan-kelebihan manusia ini, maka tidak heran kalau manusia dikasih beban juga…amanah

amanah yaitu tugas-tugas keagamaan…eits jangan salah arti dulu…bukan maksudnya tugas keagamaan disini itu hanya sholat, puasa, membuat kebaikan….menolong yang lemah…itu hanya pikiran sempitnya aja

kalau menurutku disini yang dimaksud dengan amanah itu misal aja…kita sekolah…menuntut ilmu, mengajarkan ilmu yang benar, itu juga sudah termasuk tugas-tugas keagamaan….

jadi, amanah ini ada 2 type

1. al i’badah

Al Ahzab : 72

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Adz Dzariyaat : 56

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu

2. al-khilaafah

Al Baqarah : 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadika seorang khalifah di muka bumi”, Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kam senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Al Khilafah ini sendiri terdiri dari dua bagian yaitu sebagai pemimpin di muka bumi dan sebagai pemelihara isi bumi.

jadi teman, emang udah tugas kita untuk menjadi pemimpin di bumi. insyaAllah jika yang memimpin dunia adalah orang Islam (orang Islam yang mengerti Islam lo yah, bukan islam ktp), insyaAllah bumi tenang, tentram dan adil sentosa.

“aku tidak ingin menjadi penguasa, yang penting aku beramal”….kata2 ini juga benar…jika ditilik dari keikhlasan, tapi jika ditilik dari segi menjadi khalifah, hmmm…..agak melenceng dikit…

*inget film kingdom of heaven

terus pemelihara…terkadang kalau kita liat-liat lagi….orang kafir itu jauh lebih pemelihara dibanding kita….mereka gak buang sampah sembarangan, disiplin waktu dalam buang sampah besar….iya kan…kenapa justru orang kafir lebih islami dari pada kita sebagai umat islam?

*mungkin pertanyaan ini bisa kita jawab sendiri, apakah kita sudah berusaha menjaga kebersihan lingkungan?

terjadi bencana dimana-mana karena ulah kita sendiri, penebangan secara liar, kebakaran hutan, iklim yang tidak tentu dsb dsb.

nah teman, kalau kita memang ingin menjadi manusia yang compleet..luar dan dalem…kita renungi lagi hidup kita…apakah kita sudah at least se ujung kuku menjalan kan syariah-syariahnya…

mari kita bersama-sama saling mengingatkan satu sama lain.

moga-moga kita termasuk orang yang beruntung…amien

*aku masih belum berpengetahuan, lebih baik aku diam, mendengarkan, bertanya dan menjalankan

Kewajiban Muslim

February 16, 2008 in Pengajian

Assalamualaikum

Kita sebagai seorang muslim hendaknya mengetahui kewajiban-kewajiban kita. Kenapa? Banyak manfaatnya, antara lain:

1. Tergerak dalam melaksanakannya

2. Terdorong untuk menjadi orang yang pandai dalam memanage waktu

Ada 2 macam jenis kewajiban seorang muslim:

1. Kewajiban terhadap Rabbnya

2. Kewajiban terhadap dirinya

1. Kewajiban terhadap rabbnya

- Menjalankan rukun islam dan iman

- Tunduk kepada hukum-hukum Allah

* Hukum Allah

* Hukum Qauliyah

* Hukum Qauniyah

- Ikhlash

- Sabar terhadap perintah dan larangan dan takdir-takdir Allah (Ridlo akan segala putusannya)

Manfaat dari sabar dan ridlo :

* Tidak mudah putus asa

* Optimist, memanfaatkan segala sesuatu yang diberi Allah

* Tidak banyak mengeluh

- Selalu melakukan muroqobbah (merasa dalam pengawasan Allah)

- Mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan ibadah sunnahNya

- Mencintai Allah

- Mencintai Rasulullah

- Bersikap Waraq or hati-hati, meninggalkan hal-hal yang tidak berguna

- T awakkal,menyerahkan segala urusan kepada Allah, dalam artian tawakkal active.

- Percaya kepada Allah, segala urusan dikembalikan kepadaNya

- Mempersiapkan kehidupan akhir dan akherat

- Memperbarui taubat dan istighfar secara terus menerus

- Selalu menyertakan niat untuk jihad

- Muhasabah tiada henti (Evaluasi diri)

2. Kewajiban terhadap diri sendiri

- Mengobati penyakit dan memberi perhatian terhadap hal-hal yang membuat badannya melemah dan kuat (makan makanan yang thoyib dan halal)

- Menjauhkan sikap berlebihan dalam makan dan minum

- Memberi perhatian yang lebih terhadap kebersihan

- Berolahraga meskipun hanya berjalan kaki

- Menjauhkan diri dari begadang

- Menjaga Akal

* Mempelajari ilmu-ilmu Islam

1. Al Ushul (Hal-hal mendasar tentang Allah, Rasul, dan Islam)

2. Al-Qur’an

3. As Sunnah

4. Ushul Fiqih ( Hal-hal mendasar tentang Fiqih)

5. Fiqih

6. Aqidah

7. Sejarah

8. Bahasa Arab

- Mempelajari ilmu umum

* Persekongkolan dalam Islam

* Kajian Islam kontemporer

* Fiqih dakwah

* Membaca koran dan majalah-majalah Islam

* Ilmu umum yang menjadi spesialisasi kita

- Menjaga saku/kantong/dompet

* Melakukan pekerjaan yang dijadikan usaha

* Hendaknya jangan terlalu senang dengan jabatan pegawai negeri (tumbuhkan jiwa wirausaha)

* Keinginan keras utnuk menjalankan kerja secara professional

* Menjauhkan diri dari riba

* Memerangi tempat hiburan

* Menjaga keuangan agar jangan jatuh kecuali ketangan teman yang muslim

- Menjaga akhlak

* Memiliki rasa malu dan halus perasaan yang membawa orang cepat membawa kebaikan dan meninggalkan kejahatan

* Rendah hati tanpa meninggalkan kepercayaan diri

* Jujur, berkeinginan kuat, setia dengan janji betapapun kondisinya

* Pemberani dan tabah

- Berani berterus terang dalam kebenaran

- Berani menyimpan rahasia

- Berani mengakui kesalahan

- Berani mengendalikan diri pada saat marah

- Mengutamakan keseriusan dan teguh

* Menjauhkan diri dari sahabat yang kurang kondusif

- Menjaga Orang Lain

* Bersikap adil

- Memberi penilain secara benar

- Bertindak adil dan benar

* Memberi perhatian terhadap mereka

- Memberi bantuan

* Kasih sayang

- Tata cara bertutur kata

* Menjaga hak-hak orang lain

- Menjaga dakwah

* Menjaga tradisi Islam

- Memperhatikan bulan-bulan Islam

- Menghidupkan kembali jiwa dermawan dan pengorbanan

- Ikut serta secara active dalam dakwah

InsyaAllah itu tadi list dari kewajiban kita sebagai seorang muslim. Semoga bisa membantu kita dalam menjaga diri kita dari kejelekan dan mengingatkan kita akan berbuat baik. Amien. Jikalau ada yang ingin didiskusikan, ada pertanyaan, ataupun ketidaksetujuan….InsyaAllah blog ini selalu terbuka untuk menampung semua comment dan pertanyaan.

Dan jikalau saya bisa menjawab, insyaAllah akan saya jawab…dan jika memang saya tidak bisa menjawab pertanyaan2 tersebut, insyaAllah akan saya carikan jawabannya……

Jazakumullah!

10 Indikator Pribadi Muslim

February 10, 2008 in Pengajian

Hari ini aku tertrigger oleh kata-kata sobatku di Indonesia. Dia memberiku nasihat, “Besh, apapun itu…ini buat your future future…jadi kamu harus pikirkan baik-baik. ”

Yeah, akhir-akhir ini aku dipusingkan oleh satu urusan…mungkin bukan dipusingkan … tapi beban pikiranku bertambah satu. Yang mana keputusanku akan mempengaruhi masa depan, kesiapan mental dan rohani.

Kemaren, barusan aku selesai pengajian, dan curhat masalah ini sama murobi ku. Dan beliau menyarankan untuk dipikirkan baik-baik, minta petunjuk dan sebagainya. Yang terpenting iman dan agamalah pembimbingnya. InsyaAllah jika orangnya beriman, dia juga seorang yang arif bijaksana. AMIEN.

Sepulang dari pengajian…kubuka-buka lagi buku liqoku…(tepatnya buku liqonya Neysa…roommateku…hihihihi…). Kebetulan pernah dapet materi tentang pribadi muslim. Wah materi bagus buat jadi penuntun. hehehehehhe…

Apa saja seh indikator pribadi muslim itu?? Jadi indikator pribadi muslim ini ada 10.

1. SALIMUL AQIDAH

Aqidah yang selamat. Tidak terjebak pada kemusyrikan.

2. SHOHIHUL IBADAH

Ibadah yang shohih. Ibadah yang benar dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

3. QAWWIYUL JISM

Jasmani yang sehat. Mu’min yang kuat lebih baik daripada mu’min yang lemah.

4. QADDIRUN ALAL KASBI

Mampu berusaha secara mandiri. Punya penghasilan, tidak harus memiliki kerja tetap, yang penting tetap berpenghasilan.

5. MUTSAQOFUL FIQR

Berwawasan luas. Open minded!

6. NAFI’UN LIGHAIRIHI

Banyak memberi kemanfaatan kepada orang lain (punya kontribusi kepada masyarakat sekitar)

7. MUNNADZOMAN FI SU’UNIHI

Tertata urusannya

8. HANITSUN ALAA WA”TIHI

Manajemen waktu yang baik

9. MUJAHIDUL LINAFSIHI

Mampu mengendalikan hawa nafsu

10. MATTINUL KHULUQ

Akhlaq yang solid. Kebiasaan-kebiasaan islami yang muncul secara spontan di diri kita.

Pretty much itu tadi 10 indikator pribadi muslim. And naturally…aku juga pengen lah nyari yang seperti ini. Orang yang punya pribadi-pribadi seperti diatas. Siapa coba yang gak pengen??? Ya gak?

I hope I can find it. AMIEN