Ibadah :: Buah dari Ibadah
July 19, 2009 in Pengajian
Assalamualaikum,
Pada post sebelumnya, kita membahas tentang makna ibadah. Nah kali ini kita akan membahas tentang buah atau hasil dari ibadah itu.
Al-Baqarah : 183
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa
Al-Baqarah:21
Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa
Buah dari ibadah adalah TAQWA. Terus apa sih arti dari taqwa itu sendiri? Kalau dulu waktu SD, kita diajarinnya….taqwa adalah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Hmmm..kalau menurut gue nih (tiru-tiru nadya ngomong –> issu issu
). Taqwa itu bisa diartikan seperti ini sadar dan mengerti akan keberadaan Allah SWT, attribute, property, ilmu, hubungan dirinya dengan Allah SWT, tanggung jawab yang diembannya sebagai makhluk ciptaanNya dan hambaNya. Jadi kesimpulan kasarnya, jika orang itu menjalankan ibadah dia akan menjadi orang yang bertaqwa.
Eit tapi jangan salah ngelakuin sembarang ibadah terus bisa dianggap telah menjadi orang bertaqwa. Sekarang kita harus bertanya, ibadah seperti apa sih yang bisa menjadikan seseorang itu bertaqwa. Jadi, ibadah yang membawa seseorang ke TAQWA adalah ibadah yang memiliki 10 prinsip yaitu:
1. Iman (Percaya)
An-Nisa : 136
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.Seperti yang dikatakan di hadits 2:
“ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “,
2. Islam (Rela diatur oleh Allah SWT)
Al-Baqarah : 112
Tidak! Barangsiap menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Seperti yang dikatakan di hadits arba’in 2
“ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “,
3. Ihsan
An-Nahl: 97
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kamu berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Dituliskan dalam hadits arba’in 2
“ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau”
Jadi intinya, kalau kita merasa bahwa gerak-gerik kita selalu diperhatikan maka kita akan senantiasa menjaga diri kita dari perbuatan-perbuatan jelek. Semisal, membayar tiket kereta, tram, metro…diperiksa maupun tidak diperiksa…:p atau atau mencontek pada saat ujian…atau atau menjiplak pekerjaan rumah teman lain.
4. Tunduk
At-Taubah : 112
Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji Allah, mengembara demi ilmu dan agama, rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.
5. Tawakkal –> penyerahan sepenuhnya kepada Allah
Ali Imron : 159
Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakkal.
6. Cinta (Muhassabah)
Al-Baqarah : 165
Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mecintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang melihat azab pada hari Kiamat, bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azabNya niscaya mereka menyesal.
7. Harapan (Khauf)
Al-Baqarah : 218
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pemngampun, Maha Penyayang.
8. Takut (Rozaq)
Al-Insan : 7
Mereka memnuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana mana.
Harapan dan Takut itu harus berjalan seimbang. Kalau takutnya terlalu banyak maka akan menyebabkan kita menjadi penakut dan pesimis. Tetapi kalau harapan kita terlalu banyak dibanding takutnya maka kita ditakutkan akan menjadi sombong.
9. Doa
Setiap saat kita dianjurkan untuk berdoa. Justru dengan berdo’a kita akan lebih mendapatkan ridloNya. Jadi kalau kita ingin mengeluarkan sesuatu kata, semisal…”aku gak bisa presentasi di depan publik”…sebaiknya agak dirubah menjadi “semoga, aku bisa presentasi di depan publik”. Karena, kata-kata itu adalah doa.
10. Khusyuk
Al-Baqarah : 45-46
Dan mohonkanlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Khusyuk ini bisa didapat dengan pengerahan dari ketiga unsur yaitu Akal, Hati, dan Jasad.
Tambahan:
Ada 3 sifat yang dimiliki oleh orang yang merasakan Iman
1. Menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada lainnya
2. Mencintai seseorang karena Allah
3. Enggan kembali kekafiran sebagaimana dia tidak mau dimasukkan ke dalam api neraka
Disampaikan oleh mbak Yayu Rismawati dan ditulis ulang oleh bourneaisyah